Kampanye dimulai….
Hmm…
Setelah diumumkannya partai2x yang lolos beberapa minggu lalu, bendera2x mulai marak dikibarkan.
Ibarat pepatah, ada gula ada semut. Ya, dimana banyak orang, di situ bendera berbagai partai dikibarkan. Terminal, jalan2x protokol, pasar, perempatan, lampu merah, de el el..
Rena bingung, kenapa malah semakin banyak partai di Indonesia… Akan kah mereka seperti buih dilautan? Membingungkan memang…
Bahkan Rena pernah dengar, ada yang mendirikan partai karena ‘tidak ada’ partai yang sesuai dengan aspirasi mereka. Apa memang benar demikian? apa benar hanya dengan pemikiran ratusan atau ribuan anggota bisa menampung aspirasi lebih dari 200juta rakyat Indonesia?
Tidak kah mereka berfikir dengan jernih untuk melebur dan membentuk sapu? bukan menjadi lidi yang mudah dipatahkan?
Lupa kah mereka dengan sila ke empat panca sila? musyawarah untuk mufakat? mengesampikan kepentingan golongan?
Tidak ingat kah mereka dengan pengalaman pemilu tahun lalu? ada partai yang hanya mendapatkan ribuan suara saja? (kalo nggak salah 3ribu, atau 30rb yah? lupa rena)
Tidak kah mereka berfikir berapa uang rakyat yang harus dikeluarkan untuk membiayai kampanye?
Benarkah negara demokrasi harus seperti ini?
Sigghh…
Rakyat hanya bisa melihat uang mereka di hambur2xkan.
Rakyat ingin menjerit… Tapi siapa yang mendengar?
Rakyat hanya ingin perubahan riill, bukan ucapan atau tulisan.
salam,
renatasa

